Desa Tembongwah Disebut “Surganya Habib”, Warga Ungkap Dugaan Tekanan dan Intimidasi
Pernyataan tersebut menjadi perhatian publik karena memuat tudingan mengenai praktik permintaan uang, pemberian tanah, hingga intimidasi yang disebut dilakukan oleh sejumlah oknum yang mengaku sebagai habib atau keturunan Nabi Muhammad SAW.
Dalam wawancara itu, Imam Fauzan menyebut bahwa istilah “surganya habib” muncul karena adanya perlakuan istimewa masyarakat terhadap para habib yang datang ke desa tersebut.
“Kalau Anda habib datanglah ke Tembongwah, nanti dikasih tanah, dikasih istri, dikasih majelis,” ujar Imam Fauzan dalam rekaman wawancara yang beredar.
Warga Sebut Ada Permintaan Uang dan Barang
Imam Fauzan mengaku bahwa sebagian warga di desanya sering dimintai uang oleh oknum habib yang datang ke lingkungan mereka. Ia mengatakan, permintaan tersebut menurutnya tidak jarang disertai tekanan kepada warga.
Menurut pengakuannya, ada warga yang tetap diminta memberikan uang meskipun dalam kondisi ekonomi sulit. Bahkan, ia menyebut beberapa warga sampai diminta berutang demi memenuhi permintaan tersebut.
“Kalau enggak ada uang disuruh ngutang,” katanya.
Ia juga menuturkan adanya dugaan tindakan memasuki rumah warga tanpa izin ketika pemilik rumah sedang tidak berada di tempat. Dalam wawancara tersebut, Imam menyebut beberapa oknum disebut masuk hingga ke dapur dan kamar rumah warga.
Meski demikian, pernyataan tersebut merupakan pengakuan pribadi narasumber dan belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai tudingan tersebut.
Pengalaman Pribadi Imam Fauzan
Dalam wawancara itu, Imam Fauzan juga menceritakan pengalaman yang menurutnya pernah dialami keluarganya. Ia mengaku pernah didatangi oleh seorang habib perempuan dan diminta membeli minyak seharga Rp40 ribu.
Karena menolak membeli dan tidak memberikan uang, ia menyebut sempat diminta memberikan beras yang ada di rumahnya. Imam mengaku menolak karena kondisi ekonomi keluarganya saat itu terbatas.
Ia mengatakan bahwa penolakan tersebut memicu kemarahan dari pihak yang datang ke rumahnya.
“Dia marah-marah mau diambil itu berasnya,” ujar Imam.
Ia juga menyebut adanya ucapan yang menurutnya bernada ancaman terkait penolakan tersebut.
Video Viral dan Reaksi Warga
Nama Imam Fauzan mulai ramai diperbincangkan setelah video dirinya yang berisi kritik keras terhadap habib dan para pendukungnya viral di media sosial.
Dalam video tersebut, Imam menyampaikan kemarahannya terhadap kondisi yang menurutnya merugikan masyarakat Desa Tembongwah. Ia menilai masyarakat telah banyak mengalami tekanan akibat keberadaan oknum tertentu.
Video itu memunculkan beragam respons dari masyarakat. Sebagian mendukung langkah Imam Fauzan karena dianggap berani menyuarakan keresahan warga, sementara sebagian lainnya mengecam isi video tersebut karena dinilai terlalu keras.
Imam mengaku membuat video tersebut karena merasa prihatin terhadap kondisi masyarakat dan keluarganya yang menurutnya ikut mengalami tekanan.
“Saya bikin video itu karena masyarakat di tempat saya termasuk orang tua saya dimintain sama habib,” katanya.
Klaim Intimidasi Setelah Video Viral
Setelah video tersebut menyebar luas, Imam Fauzan mengaku mendapatkan intimidasi dari sejumlah pihak yang disebut sebagai pendukung habib atau muhibin.
Ia menyebut istrinya sempat mengalami tekanan psikologis hingga menangis. Selain itu, menurut pengakuannya, ada pihak yang mengajaknya berkelahi dan melakukan ancaman melalui media sosial.
Salah satu bentuk intimidasi yang disebut Imam adalah beredarnya foto dirinya dengan tulisan “DPO Habib Desa Tembongwah” di media sosial.
“Foto saya ditulisin DPO,” ujarnya.
Meski demikian, Imam mengaku tidak takut dengan berbagai tekanan tersebut dan tetap menyuarakan pendapatnya terkait kondisi di desanya.
Disebut Ada Habib Pendatang di Desa Tembongwah
Dalam wawancara tersebut, Imam Fauzan mengatakan bahwa terdapat beberapa habib pendatang yang tinggal di Desa Tembongwah. Ia menyebut sebagian dari mereka mendapatkan tanah, rumah, hingga fasilitas majelis dari warga.
Menurutnya, masyarakat memberikan bantuan tersebut karena rasa hormat dan keyakinan bahwa para habib merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW.
“Karena orang desa enggak tahu yang benar mana, yang salah mana. Yang penting terlihat kayak Arab,” katanya.
Pernyataan ini juga belum mendapatkan tanggapan resmi dari pihak yang disebut dalam wawancara tersebut.
Polemik Nasab Habib Kembali Mengemuka
Wawancara tersebut juga menyinggung isu lama mengenai polemik nasab habib atau klaim keturunan Nabi Muhammad SAW. Dalam percakapan itu, pembawa acara dan narasumber beberapa kali membahas soal silsilah keturunan, tes DNA, filologi, hingga sejarah keluarga Ba’alawi.
Isu mengenai nasab habib memang menjadi perdebatan di media sosial dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah kelompok mempertahankan keyakinan terhadap nasab Ba’alawi, sementara sebagian pihak lainnya mempertanyakan validitas sejarah dan silsilah tersebut.
Namun hingga kini, belum ada kesimpulan resmi yang menjadi rujukan tunggal terkait polemik tersebut.
Desa Tembongwah Jadi Sorotan
Viralnya video Imam Fauzan membuat nama Desa Tembongwah menjadi perhatian publik di media sosial. Banyak warganet memperdebatkan isi wawancara tersebut, terutama terkait dugaan tekanan terhadap masyarakat dan perlakuan istimewa kepada habib.
Sebagian netizen meminta adanya klarifikasi dari pihak-pihak yang disebut dalam video, sementara yang lain meminta agar masalah tersebut diselesaikan secara bijak tanpa menimbulkan konflik sosial yang lebih luas.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak habib maupun tokoh masyarakat Desa Tembongwah terkait tudingan yang disampaikan dalam wawancara tersebut. (Qodrat Arispati)
Simak videonya di YouTube:

